Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anggota Tani Sido Muncul 1 Kab. Lamsel Keluhkan Ketua Kelompok, Diduga Tidak Ada Transparansi Data

Minggu, 19 Juli 2020 | Minggu, Juli 19, 2020 WIB Last Updated 2020-07-19T11:55:48Z

Lampung Selatan, Mediapromoter.id - Anggota Tani Sido Muncul yang ada di Desa Tanjung Agung Kec. Katibung Lampung Selatan mengeluh terhadap salah satu kelompok tani tersebut. Pasal nya kelompok tani Sido Muncul Tersebut terbagi menjadi 4 kelompok masing-masing bernama, Sido Muncul 1 sampai dengan Sido Muncul 4 yang bertempat'an di Kecamatan Katibung.

Salah satu anggota tani Sido Muncul 1 "S" mengatakan, bahwa mana Kelompok Tani Sido Muncul 1 berdiri sejak tahun Kurang Lebih 2000.

Atas keterangan yang berhasil di himpun oleh media ini Kelompok Tani Sido muncul 1 di pimpin oleh Warno warga Desa Tanjung Agung Kec. Katibung berdomisili di Nurul Amal yang Mana ia pun pernah menjabat sebagai Kepala Dusun.

"Sejak awal pembentukan anggota kelompok tani Sido Muncul kami pun tidak mengetahui mas, berapa jumlah anggota kelompok yang tersebut, " ujar "S" salah satu anggota tani Sido Muncul 1.

Diduga selain tidak ada transparansi data kelompok anggota. Warno selaku Ketua Kelompok Tani Sido Muncul 1 pernah mendapatkan bantuan berupa Combine harvester (Combet) alat untuk memanen padi pada 2017 dari Dinas Pertanian.

"Pada tahun kurang lebih 2017 kelompok Tani Sido Muncul 1 mendapatkan bantuan berupa Combet (Alat Untuk Memanen Padi), " katanya.

Tim dilapangan menanyakan tetang bantu'an yang turun dari Dinas Pertanian Kab. Lampung Selatan beberapa tahun lalu berupa Alat Untuk Memanen Padi (Combet) kepada Kelompok Tani Sido Muncul 1, di benarkan oleh beberapa anggota kelompok Tani Sido Muncul 1.

"Iya bantu'an alat Combet kami dapatkan oleh dinas pertanian kabupaten lampung selatan, " ungkap "G" saat di hubungi melalui Telepon. 

"G" mengatakan, untuk saat ini kami pun tidak pernah melihat lagi keberadaan alat tersebut. " Karbanya alat tersebut di sewakan mas tetapi tidak tau kepada siapa, " katanya.

Pada (1/7/20) Tim dilapangan berhasil menyelusuri Alat tersebut yang di kabarkan di sewakan, hal hasil terpantau di lokasi bahwa mana Alat Combet tersebut emng benar disewakan dan sangat di sayangkan alat tersebut rusak parah dan kemungkinan tidak dapat di perbaiki.

Supriyanto selaku penyewa Combet mengatakan, bahwa dirinya menyewa melalui Yusuf orang kepercayaan Warno.

"Combet ini saya terima dari Yusuf salah seorang kepercayaan dari Warno ketua Kelompok Tani Sido Muncul I, Combet ini dari Rawa Jitu yang sudah dua Tahun disewakan, jadi saya pun menyewa alat ini kondisinya bukan barang baru, jadi wajarlah kalau saya pakai sambil dilakukan perbaikan (servis), " ungkapnya.

Supriyanto menerangkan, Combet tersebut milik Kelompok Tani Sido muncul I Nurul Amal Desa Tanjung Agung Kecamatan Katibung Lampung Selatan. "Saya sewa, sudah dua tahun kurang lebih, dengan harga 15.000.000 (Lima Belas Juta Rupiah). Karna kondisinya sudah banyak yang rusak sehingga banyak biaya yang saya keluarkan untuk dandan, seandainya masih sehat dan normal, sewanya bisa sampai Rp.20.000.000/bulan (Dua Puluh Juta Rupiah), " himbuhnya.

"G" mewakili Anggota Kelompok Tani Sido Muncul 1 mengukapkan, rasa kecewa dari Struktur'an yang terbentuk tidak ada transparansi data berapa anggota yang terlibat dalam Kelompok Tani Sido Muncul ini.

"Dalam adanya penyewaan alat Combet tersebut tidak ada konfirmasi terhadap anggota kelompok tau-tau alat tersebut di sewakan begitu saja, " jelasnya.

Diduga dalam hal tersebut Ketua Kelompok Tani Sido Muncul 1 Warno tidak ada Transparansi data dan diduga ingin memperoleh keuntungan pribadi.

Sesuai AD/ART Kelompok, setiap bantuan dari pihak manapun ketika masuk ke kelompok menjadi aset kelompok, bukan milik perorangan.

Atas kejadian tersebut diperkirakan Kelompok Tani Sido Muncul I Nurul Amal Desa Tanjung Agung Kecamatan Katibung Lampung Selatan mengalami kerugian sebesar 24 bulan disewa di Rawa Jitu x Rp.20.000.000/Bln=Rp.48.000.000 selajutnya ditambahkan lagi hasil sewa dari Kecamatan Candipuro, Rp.48.000.000 + Rp.15.000.000 =Rp.63.000.000.00. Itulah kerugian yang ditimbulkan oleh oknum Ketua Kelompok akibat penyalah guanaan jabatan untuk memperkaya diri jelas melanggar hukum KUHP.

Dalam pasal 3 UU No. 20 Tahun 2001, Tentang Revisi Atas UU No. 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, disebutkan bahwa: “setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau dipidana dengan pidana penjara paling sedikit 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (Satu Miliar Rupiah).
×
Berita Terbaru Update