Peringatan Hari Anak Nasional, LPA Kota Bandar Lampung Sebut Minim Pengaduan Kasus Kekerasan dan Pelanggaran Hak-Hak Anak -->

Header Menu

Peringatan Hari Anak Nasional, LPA Kota Bandar Lampung Sebut Minim Pengaduan Kasus Kekerasan dan Pelanggaran Hak-Hak Anak

Mediapromoter
Kamis, 23 Juli 2020


Bandarlampung, Mediapromoter.id - Peringatan Hari Anak Nasional, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bandar Lampung sebut minim pengaduan kasus kekerasan dan pelanggaran hak-hak anak, Kamis (23/7).

Ketua LPA Bandar Lampung, Ahmad Apriliandi Passa mengungkapkan bahwa selama 6 bulan terakhir tahun 2020 hanya ada 6 laporan kasus terkait anak. 
 
"Memang untuk pemenuhan hak-hak anak, saya bilang masih sangat terbatas. Namun di sisi lain, Kota bandar Lampung di semester pertama ini hanya 6 laporan terkait kasus anak, yang meliputi pelecehan anak, kekerasan terhadap anak, dan penelantaran anak," ujar Apriliandi.

Pihaknya mengatakan bahwa untuk di Kota Bandar Lampung masih sangat minim taman bermain anak. "Kami menilai sekilas, dari 34 indikator kota layak anak, Kota Bandar Lampung masih sangat minim taman bermain anak. Hanya ada 1 taman bermain anak di Kemiling  Bandar Lampung. Di tempat lain belum ada, selain itu Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga masih terbatas," katanya.

Kemudian, di tengah pandemi COVID-19 ini banyak sekali permasalahan, khususnya yang dialami anak-anak dan orang tua. 

 "Kegiatan KBM tatap muka tidak dapat dilaksanakan di sekolah, belajar secara online menggunakan gadget menjadi solusi. Keterbatasan ekonomi keluarga masih menjadi persoalan, HP senagai penunjang KMB online tak terbeli dan kuota internet tidak tercukupi, ditambah lagi dengan keterbatasan kemampuan pemenuhan gizi. Anak-anak yang terlalu lama di rumah karena pandemi ini juga menyebabkan kejenuhan, dan kemampuan orang tua dalam mengajarkan anak juga terbatas," ungkap Apriliandi.

Dia menambahkan, kebijakan pemerintah juga diharapkan dapat mengakomodir hak-hak anak. "Pemerintah juga tidak boleh lepas tangan dengan kebijakan yang harus berpihak terhadap kepentingan anak, terutama tentang pendidikan anak. Kita lihat dari PPDB kemarin, anak yang tidak diterima di suatu sekolah sempat down. Jadi kami mendampingi untuk berkomunikasi langsung dengan Dinas Pendidikan," tambahnya.

Di hari Anak Nasional tahun 2020 ini, pihaknya berharap anak-anak semakin terlindungi, dan terjamin hak-haknya. "Saya berharap hak-hak anak dapat terlindungi dan terpenuhi, seperti pendidikan harus dapat diakses dengan mudah, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi," harapnya. (Lg-Rd)