Diduga Ketua BUMDES Pekon Kanoman Tidak Transparansi Dalam Mengelola Dana -->

Header Menu

Diduga Ketua BUMDES Pekon Kanoman Tidak Transparansi Dalam Mengelola Dana

Mediapromoter
Jumat, 28 Agustus 2020

 


Tanggamus, Mediapromoter.id - Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung dalam pemanfaatan Dana Desa (DD) membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) pada tahun 2018, berupa Usaha Penggemukan Sapi yang di kelolah oleh Sebagian Warga setempat.

Sesuai dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 18 ayat (7) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjelaskan :

1. Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam Undang-Undang. Bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, dan kekhasan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia

2. Bahwa efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antara Pemerintah Pusat dengan daerah dan antardaerah, potensi dan keanekaragaman daerah, serta peluang dan tantangan Persaingan global dalam kesatuan sistem penyelenggaraan Pemerintahan negara.

Terkait BUM Desa dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa sesuai ketentuan

Pasal 87 Ayat (1) : 

1. BUM Desa dibentuk oleh Pemerintah Desa untuk 

mendayagunakan segala potensi ekonomi, kelembagaan perekonomian, serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa.

BUM Desa secara spesifik tidak dapat disamakan dengan badan hukum seperti perseroan terbatas, CV, atau koperasi. Oleh karena itu, BUM Desa merupakan suatu badan usaha bercirikan Desa yang dalam pelaksanaan kegiatannya di samping untuk membantu penyelenggaraan Pemerintahan Desa, juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa. 

2. BUM Desa juga dapat melaksanakan 

fungsi pelayanan jasa, perdagangan, dan pengembangan ekonomi lainnya.

3. Dalam meningkatkan sumber pendapatan Desa, 

BUM Desa dapat menghimpun tabungan dalam skala

lokal masyarakat Desa, antara lain melalui pengelolaan dana bergulir dan simpan pinjam.

BUM Desa dalam kegiatannya tidak hanya berorientasi pada keuntungan keuangan, tetapi juga berorientasi untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa. 

4. BUM Desa diharapkan dapat mengembangkan unit usaha dalam mendayagunakan potensi ekonomi. Dalam hal kegiatan usaha dapat berjalan dan berkembang dengan baik, sangat dimungkinkan pada saatnya BUM Desa mengikuti badan hukum yang telah ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tetapi dalam Pengelolaan Dana BUM Desa pada Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung diduga tidak ada Transparansi baik dari ketua maupun anggota.

Dari Hasil tim dilapangan Laimin selaku Ketua Kelompok BUMDES diduga menutupi dana sebesar 150 juta yang di cairkan dalam satu tahap pada tahun 2018, yang mana dalam dana tersebut digunakan untuk usaha penggemukan sapi dan dibelikan delapan ekor.

Seperti halnya informasi yang berhasil dihimpun media ini, bahwa dana sebesar 150 juta tersebut telah di belikan sapi sebanyak 8 ekor dan sebagian sapi telah di jual dengan harapan mendapat keutungan, tetapi sangat di sayangkan karena anggota bumdes maupun masyarakat tidak tau keuntungn dan kejelasan yang konkrit terkait perkembangan dana bumdes selanjutnya.

"Mereka tidak mengetahui perkembangan dana BUMDES sampai saat ini apalagi laba dari penggemukan sapi tersebut,karena selama BUMDES berdiri di pekon kanoman pengurus bumdes tidak pernah ada koordinasi sekalipun cuman pembentukan awal saja kami di undang, " kata masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya.

Bahkan warga yang menggadu (mengurus ternak) dalam penggemukan selama lebih kurang selama 6 bulan, cuman di kasih 1,4 juta sangat tidak sesuai dan berimbang selama mereka mengurus sapi tersebut sampai gemuk dan layak untuk di jual kembali.

Laimin selaku ketua BUMDES Pekon Kanoman Kec. Semaka Kab. Tanggamus saat di temui di kediamannya mengatakan, bahwa kalau dana tersebut telah di belikan sapi sebanyak delapan ekor senilai 150 juta dan sapi tersebut sudah di jual kembali 3 ekor dan di beli oleh orang dari suoh  sebesar 61 juta dan 1 ekor lagi di jual di pekon dadisari 1 ekor senilai 21 juta di jual dalam dua tahap dan semua atas persetujuan Edi irawan selaku  sekdes pekon kanoman,sekarang di belanjakan lagi delapan ekor sapi sebanyak delapan ekor dengan harga per ekor 13,5 juta besar kecil sapi sama saja harganya.

"Saya merasa ditipu oleh aparatur pekon dalam pembentukan ketua BUMDES, karena saya tidak mengetahui kalau mau di bikin ketua BUMDES, " ungkapnya.

Lanjutnya, untuk sekarang ketua BUMDES sekarang di serahkannya kepada Ely Setiawati sebagai ketua Bumdes pada tahun 2020.

Disinggung soal Surat Keputusan (SK) pengunduran diri Laimin mengatakan tidak ada, soalnya masih di tangan Ermanto selaku Kasi Perencanaan.

Dilokasi berbeda Ermanto selaku Kasi Perencanaan mengatakan, kalau ia tidak tahu banyak perihal pembentukan bumdes karena dirinya cuman dapat undangan pembentukan dan menghadirinya.

"Bahkan dalam serah terima ketua kepengurusan BUMDES hanya sebatas lisan saja dan tidak ada SK pengunduran resmi dari ketua bumdes apalagi bentuk musyawarah mufakat antara anggota, " jelasnya.