Mupri Mantan Kepala Pekon Kampung Baru Diduga Melakukan Penipuan -->

Header Menu

Mupri Mantan Kepala Pekon Kampung Baru Diduga Melakukan Penipuan

Mediapromoter
Sabtu, 28 November 2020



Tanggamus, Mediapromoter.id - Mupri mantan Kepala Pekon Kampung Baru Kecamatan Pematang Sawa diduga melakukan tindak penipuan.

Dari berita yang beredar di beberapa media sebelumnya soal lenyapnya sejumlah aset Pekon Kampung Baru, berbuntut panjang, sabtu 28/11/2020.

Pada hari kemarin jum'at 27/11/2020, Aparatur Pekon Kampung Baru bersama Badan Hippun Pemekonan (BHP) memasang plang ditanah bangunan yang merupakan aset Pekon Kampung Baru, setelah mantan Kepala Pekon menunjukan keberadaan lokasi tanah bangunan tersebut.

Jarnoto selaku sekertaris desa kepada mediapromoter.id mengatakan, mereka mendatangi rumah mantan kepala pekon untuk  menanyakan aset-aset pekon yang selama ini tidak diketahui keberadaannya.

Mupri pun menunjukan sebidang tanah bangunan yang berada dibelakang rumah salah satu warga pekon kampung baru, setelah diketahui keberadaan tanah aset pekon tersebut lalu mereka bersama-sama memasang plang atas nama kepemilikan pekon.

Bersamaan hari itu juga mantan Kepala Pekon Kampung Baru mengembalikan satu set kipas angin dan berjanji akan mengembalikan aset pekon yang lain dalam waktu dekat.

Pada sabtu 28/11/ 2020 Jarnoto selaku sekdes Pekon Kampung Baru, menjelaskansalah satu warga yang berasal dari Pekon Pesanguan datang kemari dan membuka plang yang barusan mereka pasang.

"Warga pekon pesanguan  tersebut mengatakan kalau tanah bangunan itu sudah menjadi hak milik dia dan juga tidak terima kalau tanah bangunan tersebut akan diambil menjadi aset pekon kampungbaru, " jelas Jarnoto selaku sekdes Pekon Kampung Baru.

Gianto warga Pekon Pesanguan Kecamatan Pematang sawa mengatakan tanah bangunan yang dipasang plang oleh aparatur pekon tersebut adalah sudah menjadi hak miliknya, dan sudah ia beli dari mantan Kepala pekon Mupriyadi seharga Rp 30 juta, lengkap dengan surat jual beli dan saksi  yang di stempel dan ditandatangani resmi oleh Pj Kepala Pekon kampung baru.

Masih kata Gianto, awalnya Mupri  meminjam uang Rp 10 juta lalu ia minta tambah, karena saya tidak ada uang lagi diapun menjual tanah tersebut pada tanggal 11 Februari 2020 dan saya bayar karena berdasarkan surat tanah yang diperlihatkan atas nama dia bukan atas nama pekon.

"Tadi saya kekantor Polsek Pematang Sawa untuk membuat laporan polisi, saya diterima kanit sabara Julianto" tambah Gianto.

Kanit Sabara Julianto menjelaskan kalau dirinya belum bisa menyimpulkan masalah ini.

"Saya sudah menelpon kanit reskrim dan besok pihak polsek akan memanggil pihak terkait untuk mencari kebenarannya, apakah kasus ini masuk ranah pidana penipuan atau perdata, " ungkapnya. 

(Hendra)