Notification

×

Indeks Berita

Warga Pekon Tampang Tua Sesalkan Penyampaian Pihak PUPR Kabupaten Tanggamus Atas Bantuan Bedah Rumah

Sabtu, November 14, 2020 | | views Last Updated 2020-11-14T12:28:20Z


TANGGAMUS, Mediapromoter.id
- Suwarno sesalkan penyampaian team survei yang mengatakan dirinya telah mengundurkan diri sebagai penerima bantuan bedah rumah melalui Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus.

Suwarno merupakan warga Pekon Tampang Tua Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus, Lampung, salah satu pemohon bantuan bedah rumah yang telah menyanggupi untuk berswadaya apabila mendapat bantuan bedah rumah.

Ia menuturkan bahwa dirinya siap untuk berswadaya apabila ia menerima bantuan tersebut, bahkan keluarga besarnya pun sangat mendukung.

Suwarno sangat menyesalkan atas penyampaian dari pihak PUPR Kabupaten Tanggamus bahwa Suwarno tidak mendapat bantuan bedah rumah karena telah mengundurkan diri dari program tersebut. Padahal selama ini Suwarno tidak pernah membuat pernyataan mengundurkan diri.

"Yang saya gak terimanya itu, kenapa saya dikatakan mengundurkan diri" Kata Suwarno.

Suwarno menjelaskan bahwa dirinya sangat kecewa lantaran bantuan bedah rumah yang akan diterimanya hanya sebuah khayalan belaka.

Tepatnya di bulan Agustus 2020 tim survei lokasi dari dinas PUPR tanggamus, tiba di pekon Tampang tua kecamatan Pematang Sawa, untuk mensurvei lokasi serta sekaligus menentukan yang layak menerima bantuan sebanyak 16 Kepala rumah tangga.

Dihari yang sama team survei dari dinas PUPR Beserta aparat pekon mengumpulkan ke enam belas orang tersebut di kantor pekon Tampang tua untuk memberikan pengarahan dan penjelasan kepada enam belas orang penerima tersebut.

Team survei menjelaskan bahwa program tersebut bersumber dari APBN dan dananya berjumlah Rp 17.500.000 dana tersebut keguanaannya:

Rp 15.000.000 untuk pembelanjaan material sedangkan dana Rp 2.500.000 untuk bantu ongkos tukang. Sedangkan volume rumah 6x6 meter.

Setelah team selesai menyampaikan keterangan, enam orang calon penerima mengundurkan diri dengan alasan tidak sanggup untuk menambah dana swadaya dikarenakan dana tersebut tidak mencukupi untuk membangun rumah ujar salah seorang calon penerima. Hingga akhirnya data penerima berjumlah tinggal sepuluh orang yang menyanggupinya.

Tak lama setelah acara selesai team langsung meninjau lokasi ke sepuluh rumah calon penerima tersebut dan mengatakan bahwa sepuluh orang tersebut masuk dalam kategori layak mendapatkan bantuan.


Namun apa yang terjadi,tepatnya bulan september  setelah satu bulan disurvei, salah seorang aparatur pekon tampang tua menghampiri salah seorang warga calon penerima program rumah layak huni dan pendamping tersebut mengataka bahwa dia tidak jadi mendapatkan bantuan bedah rumah bersama empat orang lainnya.

Dari data yang diterima warga yang tidak mendapatkan bantuan adalah:

1.Sarifufdin

2.Samsuwarno

3.Emharis

4.Halimi.

Lantas warga yang tidak jadi mendapatkan bantuan bedah rumah tersebut menanyakan kepada pihak yang terkait, akan tetapi jawaban kecewa yang mereka dapatkan.

"Saya kecewa, karena dari pihak PUPR itu sendiri yang menyuruh saya supaya mengajukan bantuan itu, tapi faktanya sekarang saya dikatakan mengundurkan diri dan saya tidak pernah membuat surat pernyataan pengunduran diri untuk mendapatkan bantuan bedah rumah, padahal keluarga besar saya sudah mengetahui akan dapat bantuan dan mereka siap untuk membantu saya  karena segera akan memiliki rumah yang layak huni, "beber Suwarno salah satu warga yang di nyatakan tidak mendapatkan bantuan.

Dalam hal ini, patut di pertanyakan ada apa dan mengapa pihak PUPR Kabupaten Tanggamus seolah-olah di duga ada indikasi kecurangan dalam memberikan bantuan bedah rumah yang ada di pekon tampang tua.

Tidak sepatutnya pihak PUPR kabupaten Tanggamus memutuskan sebelah pihak atas gagalnya penerima bantuan bedah rumah tersebut, padahal pihak team survei dinas PUPR kabupaten tanggamus sebelumnya  sudah menyatakan lima orang yang gagal mendapatkan bantuan tersebut sudah terverifikasi layak untuk mendapatkan bantuan bedah rumah,tapi kenyataannya sekarang berbanding terbalik dengan apa yang sudah di katakan.


(Hendra)