Diduga Keracunan Massal, Ratusan Warga di Larikan ke RSUDBM -->

Header Menu

Diduga Keracunan Massal, Ratusan Warga di Larikan ke RSUDBM

Mediapromoter
Kamis, 17 Desember 2020



Tanggamus, Mediapromoter.id - Diduga keracunan massal, ratusan warga Dusun Lamuran, Pekon Teratas, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus dilarikan ke RSUD Batin Mangunang (RSUDBM) Kota Agung, Rabu (16/12/20).


Pantauan di RSUD Batin Mangunang puluhan warga secara bergantian keluar masuk UDG guna dilakukan perawatan dan observasi oleh pihak medis yang  menangani warga tersebut, namun pada pukul 20.30 Wib seluruh warga telah pulang ke rumah masing-masing karena kondisinya sudah membaik.


Belum diketahui pasti penyebab keracunan massal tersebut, namun berdasarkan keterangan warga yang berhasil dihimpun bahwa warga yang terdiri dari 3 RT tersebut mengalami keluhan setelah makan bersama.


Berdasarkan keterangan dr. Yudi Indarto selaku Dokter UGD di RSUDBM bahwa masyarakat tersebut mengalami gejala setelah mereka makan.


"Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun berdasarkan cerita dari para pasien setelah mereka makan ada gejala mual, muntah, nyeri lambung bahkan ada sebagian yang tidak sadarkan diri," kata dr. Yudi Indarto di RSUDBM.


Menurutnya, jumlah pasien yang diduga keracunan makanan ini berjumlah sekitar 100 orang. Pasien mulai berdatangan ke rumah sakit sekitar Pukul 17.00 wib. "Sampai Pukul 19.00 Wib, pasien masih berdatangan," ujarnya. 


Adapun langkah yang pihak rumah sakit lakukan yakni untuk pertama kali diberikan obat, kemudian pemasangan infus untuk pasien yang kondisinya sudah lemas, selanjutnya pemasangan oksigen untuk pasien yang tidak sadarkan diri.


"Peristiwa keracunan massal ini sudah masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB) kedatangan," ungkapnya.


Berdasarkan pengakuan warga setempat yang namanya enggan disebut, sebelumnya warga memang sempat makan dirumah salah satu calon kepala pekon/desa. 


Namun, menurutnya banyak juga warga yang tidak ikut makan tapi ikut mengalami keracunan. "Iya, pagi tadi ada yang makan di tempat salah satu calon, baru merasakan reaksinya siang, setelah itu tambah parah dan pada sore harinya langsung dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.


Sementara itu, menurut aparat pekon setempat bahwa sebelumnya warga memang sempat makan pakai daging sapi dirumah salah satu calon kepala pekon. "Iya, mungkin keracunan makanan, tapi ada juga masyarakat yang berasumsi jika diguna-guna. Jadi belum pasti, karena banyak versi penyebabnya," bebernya.


Terpisah, Pj Kepala Pekon Teratas A. Hivzon saat dikonfirmasi di RSUD Batin Mangunang mengaku, baru menngetahui adanya warga yang dilarikan ke RSUD setelah dihubungi Camat Kotaagung Erlan Deni Saputra. 


"Ditelpon Pak Camat magrib tadi, suruh ke RSUD Batin Mangunang, tibanya dirumah sakit baru tau kalau warga udah disini," ucapnya.


(Hendra)