Konferensi Pers, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung Terima 147 Laporan Masyarakat -->

Header Menu

Konferensi Pers, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung Terima 147 Laporan Masyarakat

Mediapromoter
Senin, 14 Desember 2020



Bandar Lampung, Mediapromoter.id - Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung melangsungkan Konferensi Pers Capaian Kinerja Tahun 2020 "Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan".


Kegiatan berlangsung di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Lampung Jl. Way Semangka No.16 A, Pahoman, Enggal, Kota Bandar Lampung, dalam kesempatan tersebut di hadir oleh Kepala perwakilan Ombudsman Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf, Kepala Penerimaan & Verifikasi Laporan Hendi Renaldo, dan  Kepala Pemeriksaan Dodik Hermanto, Kepala Pencegahan Upi Fitriyanti, serta Pj Humas dan Informatika Shintya Gugah Asih T.


Pada kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf mengatakan menerima 147 laporan masyarakat dan 78 laporan masyarakat khusus Covid-19.


Masing-masing Laporan, terdiri dari ;

A. Substansi Pengaduan

1. Agraria Pertanaha : 32

2. Pendidikan              : 21

3. Kelistrikan               : 18

4. Kepegawaian          : 14

5. Desa                          : 11

6. Kepolisian               : 8


B. Kelompok Instasi Terlapor

1. Pemerintah Daerah.  : 56

2. BPN                               : 24

3. BUMN/BUMD              : 23

4. Pendidikan Negeri     : 8


"Untuk wilayah pelaporan tertinggi yang kami terima untuk tahun 2020 saat ini di Bandar Lampung dengan jumlah 46%, di dalam berbagai sektor, untuk kabupaten lain seperti Lampung Selatan 10,90%, Tulang Bawang 6.10%, Lampung Tengah 4,80%, Lampung Timur 4,10%, Lampung Utara 4,10%, dan Pesawaran 4,10%, " ungkapanya. (14/12/20)


Nur Rakhman menambahkan mengenai target dan Capaian Penyelesaian Laporan pada tahun 2020 , Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung diberikan target penyelesaian laporan sebanyak 86 laporan oleh Ombudsman RI (Pusat), dan penyelesaian laporan tidak hanya terbatas pada laporan yang ditangani tahun 2020, tetapi juga untuk laporan tahun-tahun sebelumnya yang belum terselesaikan.


"Laporan yang ditangani pada tahun 2020 sebanyak 88 laporan, 66 diantaranya telah diselesaikan. Selain itu, 43 laporan dari tahun sebelumnya juga telah diselesaikan. Total laporan yang terselesaikan tahun 2020 sebanyak 109 laporan atau 123% (melebihi target penyelesaian laporan yang ditetapkan oleh Ombudsman pusat), " paparnya.


Nur Rakhman menuturkan banyak laporan bukan karena buruknya pelayanan bisa jadi tingkat ekspetasi masyarakatnya sudah tinggi untuk kesadaran melapor.


"Banyak daerah yang masyarakatnya minim dalam menyampaikan laporan. Sehingga, angka laporan yang masuk ke Ombudsman tidak banyak, " pungkasnya.


(Red/Yudi)