Tim Pemenangan Tony-Antoni, Sampaikan Laporan Adanya Dugaan Pelanggaraan Pilkada Lamsel 2020 -->

Header Menu

Tim Pemenangan Tony-Antoni, Sampaikan Laporan Adanya Dugaan Pelanggaraan Pilkada Lamsel 2020

Mediapromoter
Sabtu, 12 Desember 2020



Lampung Selatan, Mediapromoter.id - Pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Pada 9 Desember 2020 serta beredarnya kabar adanya ribuan warga di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) tidak mendapat formulir C6 pemberitahuan KWK dari Penyelenggara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang berimbas pada rendahnya partisipasi pemilih dalam menyalurkan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS)


Kini pelaksanaan Pilkada tersebut di Soal oleh tim Pemenangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan (Lamsel) H. Tony Eka Candra – H. Antoni Imam, SE.


Tim pemenangan Tony-Antoni, secara resmi menyampaikan laporan dan atau gugatan adanya dugaan pelanggaran Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah kepada Badan Pengawasan Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Lampung Selatan di Kalianda.



Tim pemenangan Tony-Antoni yang diwakili oleh Sopadli, SY, SE, ME, Sy, dan didampingi sejumlah pengurus DPD II Partai Golkar lamsel dan Partai Koalisi yakni, Herman Hanafia, SE, MM, Sobri, Adhari, SHi, Sugeng Kristianto, SH yang diterima langsung oleh Komisioner Bawaslu Lamsel, Fakhrur Rozi,sabtu(12/12/2020).



Dalam dokumen laporan dengan nomor surat ; 045/TIM TONY-ANTONI/LS/XII/2020, memuat sejumlah lampiran surat pernyataan dari para saksi-saksi, Sementara Sugeng Kristianto, SH, menyampaikan kepada awak media bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan dan atau gugatan kepada Bawaslu Lamsel dan secara estafet akan mengawal jalannya proses laporan tersebut.


“Kami akan tetap pantau dan mengawal tindaklanjut laporan ini, dan alat bukti juga secara estafet kita sampaikan kepada Bawaslu”, ucapnya selaku Fungsionaris Partai Golkar Lamsel.


Terpisah, dari informasi yang berhasil dihimpun terbaru, ada 80 kepala keluarga di Kecamatan Natar yang mengalami nasib yang sama, yaitu tidak mendapat formulir C6 pemberitahuan KWK (undangan memilih di TPS) dan tidak dapat menyalurkan hak pilihnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa hasil pengawasan Bawaslu Lamsel, sementara tercatat baru ditemukan sebanyak 17.977 lembar formulir C6 pemberitahuan KWK (surat undangan) di 10 Kecamatan yang dikembalikan. 

(SA)