Ngaji Buku, Kuliah Ramadhan Klasika -->

Header Menu

Ngaji Buku, Kuliah Ramadhan Klasika

Mediapromoter
Minggu, 25 April 2021



Bandar Lampung, Mediapromoter.id - Kuliah Ramadhan Klasika tahun ini ngaji buku yang berjudul Estetika Kaum Tertindas di Jl. Sentot Alibasa Gg. Pembangunan kec. Sukarame Bandar Lampung.(25/04/2021)


Agenda ini dihadiri dengan seluruh organisasi kepemudaan di kota bandar lampung baik dari para seniman maupun organisasi kemahasiswaan.


Direktur ideologi Klasika Ahmad Mufid menerangkan agenda kuliyah ramadhan ini kita akan mendedah buku estetika kaum tertindas karya dari temen temen UKMBS UNILA yang akan diadakan dalam 2 termin. “Untuk termin pertama tanggal 25 April – 26 April 2021 dan termin ke 2 “minggu depan tepatnya tanggal 2 Mei 2021 – 4 Mei 2021 kita lanjut kuliah ramadhan dengan sesi acara mengenai Tari Kontemporer, Gerakan Sosial dan Puisi WS. Rendra, ragae, dan punk.


Masih menurut Mufid selaku direktur Ideologi Klasika menyampaikan “yang pasti ini adalaah upaya penyampaian kesadaran yang lebih kritis mengenai seni, karena sampai dengan hari ini kita termakan hegemoni kebudayaan, terutama seniman. Maka kemudian perlu ada kebebasan yang memandang seni secara filosofis”.


Dalam termin pembuka ini hadir salah satu sang penulis buku Estetika Kaum Tertindas Robby Aslam Amrouzi yang secara gamblang menjelaskan tentang buku tersebut.


“Buku Estetika Kaum Tertindas ini, yang mana kami ingin menyampaikan bagaimana cara kita melihat ketertindasan sebagai suatu keindahan sehingga kita tidak harus terpuruk dengan keadaan. Yang kita tahu sendiri jika tertindas itu adalah suatu hal yang menyakitkan, namun dalam buku ini kami ingin menyampaikan dengan sudut pandang yang berbeda. Mudah-mudahan kita terbangun dari rasa terpuruk, mengeluh dan rasa tidak nyaman lain setelah membaca buku ini, ” ujar Robby


Hadir juga Aktivis Gerakan & Budayawan Lampung Chepy Al Rifian yang akrab disapa Bang Chepy. Dia mengapresiasi kepada penulis yang telah berhasil menerbitkan buku Estetika Kaum Tertindas. Menurutnya generasi muda sangat menentukan untuk menjaga kelestarian seni baik budaya maupun nasional di bumi Lampung khususnya.


“Apalagi Lampung ini sendiri kaya akan budaya marga, ada 68 marga didalamnya. Yang kesemuanya mempunyai keberagaman, baik pembukaan adat marga, serta isi dalam budaya marganya” ujar bang Chepy.


(Rd/Abr)