Dua Keluarga Prasejahtera, Butuh Perhatian Pemerintah Setempat -->

Header Menu

Dua Keluarga Prasejahtera, Butuh Perhatian Pemerintah Setempat

Mediapromoter
Rabu, 07 Juli 2021



Tanggamus, Mediapromoter.id - Setiap manusia membutuhkan kebutuhan dasar dalam melaksanakan peran sosial bagi anggota keluarganya, seperti yang dialami oleh dua keluarga Prasejahtera Jasmaun (74) dan nenek sukibah (66) di dusun suka waras pekon suka negara kecamatan bulok kabupaten Tanggamus. Rabu (7/7/2021).


Tinggal dirumah gubuk ukuran kecil yang tidak layak huni dan lokasi tanahnya pun berstatus milik orang lain, Jasmaun (74) dan Dumenah (53) merupakan pasangan suami-istri yang mempunyai 3 orang anak dan hidupnya serba kekurangan.


Jasmaun mengungkapkan untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya, ia hanya mengandalkan upahan dari orang lain, itu pun juga kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya.


Sementara ketiga anaknya adalah Saipuddin (24), Rohanah (21), dan Nurmayani (18), dan ketiga anaknya pun semuanya masih menganggur karena sulit nya mencari pekerjaan, bahkan salah satu anaknya yang bernama Rohana mengalami gizi buruk sehingga pertumbuhan badannya tidak normal ( Wasting dan stunting).


Juheni (38) selaku Kadus Sukawaras mengatakan, bahwa Keluarga Jasmaun merupakan keluarga prasejahtera yang benar - benar sangat memperihatinkan.


"Pak Jasmaun ini merupakan keluarga miskin yang sangat memprihatinkan, saya sudah mengajukan bedah rumah kepada pemerintah pekon dan pemerintah pekon sudah mengajukan kekabupaten,"kata Kadus.


Selanjutnya Kadus juga berharap agar pemerintah kabupaten segera memperhatikan masyarakat nya yang serba kekurangan akibat sulitnya mencari pekerjaan.


"Harapan saya agar pemerintah kabupaten dalam hal ini dinas terkait, Segera turun tangan untuk membantu masyarakatnya yang membutuhkan uluran tangan dari pemerintah termasuk dari wakil rakyat,"harapnya.


Kadus juga menjelaskan, bahwa pak Jasmaun cuma mendapatkan bantuan sosial berupa BPNT, itu pun juga baru 5 kali pencairan.


"Dia pak Jasmaun awalnya dapat PKH anak sekolah, tapi PKH nya sudah diputuskan karena komponen anak sekolahnya sudah tidak ada, karena anaknya sudah tidak ada yang sekolah lagi, namun sekarang diganti dengan BPNT,"jelasnya.


Lain juga yang dialami oleh nenek sukibah (66) warga dusun yang sama, beliau cuma hidup Sebatang Kara yang tinggal dirumah sederhana dan ditinggal suaminya meninggal satu bulan yang lalu, dan nenek sukibah mempunyai 6 orang anak yang semuanya sudah misah rumah dan merantau ke Jambi.


Masih menurut Kadus juheni, nenek sukibah cuma mengandalkan hidup nya dari kiriman anak - anaknya yang dari Jambi.


"Untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari, nenek sukibah cuma mengandalkan kiriman dari anaknya, itu juga kadang ngirim kadang enggak, dan kalau lagi sehat nenek sukibah upahan mungut kemiri dikebun orang,"tutupnya.


(Rd/Ndra)