Meminta Uang Untuk Pelantikan Pj. Kades, Ini Kata Camat Jati Agung -->

Header Menu

Meminta Uang Untuk Pelantikan Pj. Kades, Ini Kata Camat Jati Agung

Mediapromoter
Selasa, 13 Juli 2021



Lampung Selatan, Mediapromoter.id - Terkait telah beredarnya pemberitaan di salah satu Media Online  Camat Jati Agung Jhoni Irzal .S.Sos. meminta Uang untuk Biaya Pelantikan Pj. Kepala Desa (Kades).


Dalam hal tersebut Jhoni Irzal angkat bicara dan ia mengatakan merasa aneh atas pemberitaan yang telah beredar tersebut.


Seperti diketahui dalam isi pemberitaan tersebut, mantan Kades Margodadi, Kecamatan Jati Agung Sutrimo keberatan atas pungutan yang dilakukan oleh Camat Jati Agung untuk biaya pelantikan Pjs. Kades Margodadi dan Pjs. 5 Kades lainnya di Kecamatan tersebut.


"Bahwa berita itu tidak benar, Memang benar tanggal 10 juli kita melakukan pelantikan pj. Kades 6 desa termasuk desa margodadi, terkait camat Jatiagung memungut biaya pelantikan seperti yang tertera di berita itu tidaklah benar, tidak ada saya selaku camat meminta biaya pelantikan seperti yang di berita kan tersebut, dan pelantikan justru kita laksanakan sesuai arahanan kabupaten digelar sesederhana mungkin karna mengingat saat ini sedang terjadi pendemi covid 19,” ujar Jhoni saat di hubungi melalui pesan WhatsApp mediapromoter.id, (13/7/21).


Lanjutnya, terkait mantan Kades Margodadi, Sutrimo yang mengatakan, bahwa Camat tidak mau menandatangani proposal Dana Desa (DD).


“Terkait saudara mantan kades trimo yg katanya meminta tanda tangan proposal DD tahap 2 tidak mau saya tandatangani justru ini yang aneh proposal Desa margodadi justru sudah saya tandatangani hanya pj. Kades margodadi blm mengambil berkasnya dari ruangan saya,” jelas Camat.


Selain itu, Camat Jhoni Irzal justru penuh tanda tanya, apakah bisa seorang mantan Kades yang sudah habis masa jabatannya sejak tanggal 10 Juli 2021 masih mengurusi proposal Dana Desa?.


“Yang menjadi pertanyaan saya dan menjadi aneh justru apakah bisa seorang mantan kades yaitu saudara trimo yang sudah habis masa baktinya di tgl 10 juli 2021 , kok di tanggal 13 juli 2021 masih mengurusi proposal tahap 2 , kapasitasnya sebagai apa harusnya saudara trimo tidak berhak lagi mengusulkan hal-hal administrasi desa karna ya bukan lagi sebagai kades,” tutur Jhoni.


Dilain pihak Pjs. Desa Margodadi Subani membantah, bahwa proposal DD tahap 2 Desa Margodadi tidak dtandatangani oleh Camat Jati Agung.


“Saya membantah bahwa proposal DD tahap 2 tidak ditandatangani oleh camat, karena proposal DD tahap 2 tersebut sudah ditandatangani oleh camat dan sudah ada ditangan saya,” ungkap Subani.


Selanjutnya juga Subani menjelaskan, bahwa proposal DD tahap 2 tersebut memang belum dibawa ke kantor desa, karena hari ini ada acara.


“Memang Proposal DD itu belum saya bawa ke kantor desa dan belum dilihat oleh aparat desa yang lain, sebab saya hari ini ada acara diluar, dan baru rencana besok mau dibawa ke kantor desa,” pungkas Subani.


(Rd/Yp/He)