Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Panitia Pilkades Desa Tanjung Baru Diduga Tidak Netral, Empat Cakades Nyatakan Sikap

Sabtu, 24 Juli 2021 | Sabtu, Juli 24, 2021 WIB Last Updated 2021-07-25T09:38:42Z



Lampung Selatan, Mediapromoter.id -  Desa Tanjungbaru, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang tidak lama lagi melaksanakan Pilkades, namun menjelang Pilkades ini banyak menuai kontraversi dari berbagai calon Kepala Desa (Kades). Diketahui Pilkades diikuti 5 calon Kades.


Dalam berita sebelumnya yang naik di Mediapromoter.id berjudul Waduh... Panitia Pilkades Tanjung Baru Diduga Berpihak Ke Salah Satu Calon. yang menjelaskan bahwa tidak adanya sikap Netralitas kepada para calon.


Menurut Jn salah satu tim pemenangan Rudi Sunaeni, Suharja tidak segan-segan mengumbar photo nya ketika mendamping Helmi Yusuf sedang menyerahkan sound sistem kepada pengurus salah satu madjid/musollah.


Sementara dari pantauan media ini Suharja pun terlihat berphoto bersama Helmi Yusuf dan tim pemenangan Helmi Yusuf di Akun face book (fb) Hendri bersama relawan Helmi Yusuf.


Sementara Nasir selaku ketua Pantia pilkades Desa Tanjung Baru yang dihubungi media ini kamis (22-07-2021) mengaku baru mengetahui informasi setelah menerima pertanyaan dari media ini, dan dia berjanji akan mengklarifikasi dengan yang bersangkutan ( red Suharja) terkait informasi ini.



Hal ini diutarakan, Warsidi dari nomor urut 2 calon Kades Tanjung Baru, dirinya keberatan atas panitia pelaksana Pilkades, yang diketahui tidak netral dalam kancah Pilkades 2021 ini.


"Hampir semuanya anggota panitia adalah tim sukses dari salah satu calon, dan saya meminta agar pemerintah melakukan pergantian panitia, biar kedepannya Pilkades ini terlaksana dengan netral serta kondusif,” ungkap Warsidi, Sabtu (24/7/2021).


 

Warsidi menambahkan, bahwa dirinya siap maju karena untuk kemajuan Desa, tapi saya sangat menolak dan keberatan atas besaran anggaran, serta ketidaknetralan panitia. Panitia selalu tertutup, dan tidak pernah mensosialisasikan kepada kami yang 4 calon.


“Anggaran RAB yang diminta Rp.119 juta ditambah APBdes sebesar 73 juta, dan panitia Pilkades hampir semua tim sukses dari salah satu calon. Dan pembentukan panitia cenderung menguntungkan sebelah pihak,” tambahnya.


Ditempat yang sama Siti Aisya calon dari nomor urut 5, membenarkan apa yang telah disampaikan Warsidi.


“Anehnya lagi dari pembentukan panitia dan kegiatan yang tetkait dengan Pilkades ini, kami tidak diberitahukan,” tutur Siti.


Siti mengatakan bila semua panitia ini diganti, pasti kenetralan dalam pilkades bisa berjalan dengan baik.


"Mungkin bila dikembalikan keperangkat desa sebagai panitia, anggaran tidak membengkak seperti ini, dan kami juga sudah melayangkan surat keberatan kepada Kadis PMD Lamsel dan komisi 1 DPRD Lamsel namun belum ada kepastian,” jelas Siti.


Ngadi, ketua panitia Kecamatan Merbau Mataram, ketika dikonfirmasi awak media melalui telepon seluler, mengatakan bahwa semua sudah sesuai prosedur dan terkait dengan anggaran sudah sama-sama disetujui semua calon.


Hingga berita ini diturunkan, 4 calon kades tetap merasa keberatan dan menyayangkan sikap kecamatan yang terkesan pilih kasih.


(Rd/Yp)

×
Berita Terbaru Update