Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prihal Diduga Mantan Kades Margodadi Menggelapkan DD Tahun Anggaran 2018-2019, No Comenent Katanya

Senin, 19 Juli 2021 | Senin, Juli 19, 2021 WIB Last Updated 2021-07-19T08:24:42Z



Lampung Selatan, Mediapromoter.id - Mantan Kepala Desa Margodadi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan diduga menggelapkan pajak dan dana desa (DD) Tahun anggaran 2018-2019 hingga ratusan juta rupiah. Sabtu, (17/07/21).


Dalam berita sebelumnya yang naik dalam Mediapromoter.id, bahwa Mantan Kepala Desa Margodadi berinisial (S) periode 2015 -2021 diduga tidak melaksanakan kegiatan yang telah tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD) pada tahun anggaran 2018 – 2019.


Menurut informasi salah satu warga engga disebutkan namanya menuturkan, ada kegiatan yang tidak dilaksanakan terkait anggaran Dana Desa tahun 2018.


“Kegiatan yang seharusnya sudah menjadi tanggung jawab dan harus kami kelola tidak ada pelaksanaannya, karena anggaran tersebut tidak pernah diberikan oleh kades waktu itu, ” Ungkapnya.


Diketahui dalam hal tersebut seperti dana penyandang Disabilitas, angaran Dana Desa tahun 2018, dan anggaran pajak yang tidak di setor ke kas negara di tahun 2018 sebesar Rp 22.157.786. dan anggaran pajak tahun 2019 sebesar Rp.56.483.800


Dari sumber yang dapat di percaya yang di himpun awak media ada beberapa surat peryataan yang di tanda tangani di tahu 2018 dan di tahun 2019 tentang anggaran Dana Desa yang bergulir antara lain.


Surat peryataan dari inisial AA pada 10 Juni 2018 tentang Pemberdayaan, surat pernyataan inisial Pl pada 11 Juni 2018 tentang Usaha Milik Desa (BUMDES), surat peryataan dari inisial JI pada 5 Oktober 2018 tentang Linmas, surat peryataan dari inisial AA pada 6 Oktober 2018 tentang PKK.


Surat pernyataan dari inisial MS pada 5 Oktober 2018 Tentang Posyandu dan Pembinaan serta pemberdayaan, S bendahara Barang Desa 5 Oktober 2018, surat peryataan dari inisial DH pada 5 Oktober 2018 tentang Insentif yang tidak di menerima dan anggaran transportasi Serta surat peryataan dari inisial SL pada 5 Oktober 2018 tentang Permasalahan Honor.


Serta ada juga pekerjaan fisik dan non fisik yang tidak terealisasi, dan terealisasi yang Melebihi volume anggaran di antara nya.


1. Kegiatan tidak terlaksana tahun 2018 Rp 23.265.640,


2. Kegiatan sebagai dilaksanakan tahun 2018, Rp 22.266.394, 


3. Kelebihan harga material tahun 2018 Rp.43.945.800


4. Kelebihaan Volume Materi Al 2018 Rp 27.089.000, 


5. Kelebihan Upah karena di borongkan di tahun 2018 Rp.76.081.000.


Kegiatan tahun 2019, tidak terlaksana


1. Kegiatan tahun 2019 Rp.6.985.000, dan Kegiatan sebagai dilaksanakan tahun 2019 Rp.5.587.888, 

2. Kelebihan Volume Harga tahun 2019 Rp.68.458.664, 

3. Kelebihan upah karena pekerjaa yang di borongkan tahun 2019 Rp.29.190.000, 

4. Kegiatan Antar tidak dilaksanakan 2018 dan 2019 Rp. 30.253.640.


Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2018 dan 2019 (Jumlah)

1. Rp 27.854.282, 

2. Kelebihan harga tahun 2018 dan 2019 Rp. 43.945.800, 

3. Kelebihan Volume Harga Tahun 2018 dan 2019 Rp 95.547.664. 4. Kelebihan Upah karena dibirongkan tahun 2018 dan 2019 Rp 105.271.00. dan di perkirakan negara di rugikan sebesar Rp. 302.872.386.


Menyikapi hal tersebut saat media ini mengkonfirmasi kepada Sutrimo selaku mantan Kepala Desa Margodadi Kec. Jati Agung dalam kediaman Pada Senin, (19/7/21), mengatakan, No Comenent, Nanti ketemu di Pengadilan.


"No Comenent, Nanti ketemu di Pengadilan, " Ucapnya.


Prihal hal tersebut sangat disayangkan atas perkataan yang di ungkapkan oleh Mantan Kepala Desa Margodadi Sutrimo, dan seharusnya memberikan tanggapan yang bisa lebih signifikan, agar tidak menjadi Momok di Masyarakat luas Khususnya.


Ditempat terpisah Ronal Panggabean selaku Ketua Divisi Etika Pegawai'an LSM dan Wartawan Lembaga Investigasi Negara Prov. Lampung mewakili Ketua Umum Jho Eddy Pentus mengatakan, seharusnya Selakau Mantan Kades Margodadi yang menjabat 5 Kali Periode Kepala Desa Margodadi itu, harus memberikan tanggapan signifikan ketika ada hal-hal yang seperti ini, Apalagi terkait ada dugaan kasus yang sedang menimpah dirinya.


"Saya pun berharap ketika ada permasalahan atau kasus di berbagai Sektor pemerintah apalagi kasus permasalahan seperti ini diharapkan ketika media meminta Konfirmasi atau tanggapan nya, bisa memberikan tanggapan yang bermanfaat agar tugas-tugas media ini dapat memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat, " terangnya.


Selain itu, ia meminta kepada aparat penegak hukum lebih sigap khususnya untuk Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan agar menindaklanjuti informasi yang telah beredar ini, agar kebenaran'an nyata apa adanya.


(Rd/Yp/He)









×
Berita Terbaru Update