Diduga Oknum PT. AJP Melakukan Pungli & Pengacaman Kepada 30 Karyawan -->

Header Menu

Diduga Oknum PT. AJP Melakukan Pungli & Pengacaman Kepada 30 Karyawan

Mediapromoter
Jumat, 10 September 2021



TANJUNG BINTANG, Mediapromoter.id - Masyarakat Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang meminta PT. Cheil Jedang (CJ) Lampung untuk memutus kontrak kerjasama dengan PT. Agung Jasa Poetra (AJP) sebagai pemasok karyawan outsourcing terkait diduga adanya pungutan liar (Pungli) dan pemberhentian karyawan secara sepihak.


Pasalnya, karyawan outsourcing di PT. CJ dipungut biaya sebesar Rp. 2.000.000,- hingga Rp. 7.000.000,- oleh salah seorang oknum PT. AJP berinisial (BP). Apabila karyawan outsourcing tersebut tidak menyanggupi, maka pihak PT. AJP akan memutus kontrak secara sepihak.


Demi menyelesaikan persoalan ini, Kepala Dusun (Kadus) Kemang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat berserta tokoh pemuda mewakili karyawan outsourcing asal Desa Sukanegara untuk mediasi.


Namun sayangnya, mediasi yang berlangsung di PT. CJ pada Jumat (10/9) pekan lalu itu tidak ada satupun perwakilan dari PT. AJP yang hadir, meskipun pihak PT. CJ sudah melayangkan undangan.


Salah satu karyawan outsourcing PT. CJ yang identitasnya tak ingin disebutkan mengaku geram dengan sikap oknum PT. AJP itu. Sebab, dirinya diberhentikan secara sepihak sebelum masa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) habis. Menurutnya, dari jumlah kurang lebih 128 karyawan outsourcing di PT. CJ, hampir seluruhnya dipungut biaya oleh BP. Sementara, yang dirinya ketahui ada kurang lebih 30 karyawan kontrak yang diberhentikan secara sepihak.


"Ya ngerasa nggak adil aja gitu, karena saya ini kerja kan bayar lima juta untuk jangka waktu kontrak satu tahun. Sedangkan saya PKWT pertama cuma empat bulan, setelah itu tanggal 4 kemarin di PKWT kedua. Tanggal 9 kemarin saya pengen diberhentikan karena menjadi saksi untuk warga. Tetapi sampai sekarang surat pemberhentiannya belum keluar," Ucapnya.


Parahnya lagi, bukan hanya akan diberhentikan secara sepihak, akibat pengakuannya dan menjadi saksi itu juga, dirinya pribadi juga mengaku secara pernah diintimidasi oleh BP. "Katanya 'saya bolongin juga nanti kaki kamu'. Ada kok buktinya kalau BP pernah ngancam saya, rekaman suaranya juga diputar waktu mediasi," Timpalnya.


"Kesepakatannya kalau mau kerja harus bayar dulu satu tahun lima juta. Cuma kontraknya itu saya nggak pegang, dipegang sama PT. AJP. Biasanya PKWT kita pegang kontraknya juga kan? Kalau yang tertulis di kontraknya saya lupa, tapi dalam perjanjian itu intinya 'tidak bilang kepada siapapun kalau diharuskan membayar, kalau bilang akan dilaporkan ke polisi," Keluhnya.


Disisi lain, Ketua Karang Taruna Dusun Kemang, Desa Sukanegara, Kamal Idham menyayangkan tak ada satupun perwakilan dari pihak PT. AJP yang hadir pada saat mediasi. Oleh sebab itu, pihak PT. CJ meminta waktu untuk mengevaluasi persoalan itu.


"Pihak PT. CJ meminta waktu, mungkin sampai Bulan Desember untuk mengevaluasi perjanjian dengan PT. AJP. Keinginan masyarakat, khususnya Dusun Kemang sudah jelas, kami tak ingin PT. AJP bermukim lagi disini. Oleh karenanya kami meminta kepada PT. CJ untuk memutus kontrak dengan PT. AJP," Imbuhnya.


Sementara itu, Manager Human Resource Department (HRD) PT. CJ Lampung, Ketut S Dana belum dapat memberikan keterangan apapun. "Kami juga sudah mengundang pihak PT. AJP tapi nggak ada yang datang," Singkatnya.


Merujuk pada undang-undang Pungutan Liar (Pungli), Bila pelaku pungli bukan aparat sipil negara, dapat dipidanakan sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP. Dalam pasal ini disebutkan, “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain, supaya memberikan hutang maupun menghapus piutang, diancam, karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama 9 tahun”.


Sedangkan sudah jelas diatur di dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) Pasal 369 Ayat 1 bahwa “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan ancaman pencemaran baik lisan maupun tulisan atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seseorang supaya memberikan sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, atau supaya memberikan hutang atau menghapus piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun“. Jadi bagi anda pelaku pengancaman bisa dipidana penjara paling lama 4 Tahun penjara.


(Rd/Yp/Din)