Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hasmal Yadi Angkat Bicara Terkait Diduganya Pencabulan Oleh Oknum Guru Ngaji

Minggu, 12 September 2021 | Minggu, September 12, 2021 WIB Last Updated 2021-09-12T15:28:27Z

 


Tanggamus, Mediapromoter.id - Terkait berita yang sedang senter beredar, tentang perbuatan cabul oknum guru ngaji berinisial "RH" yang mengajar di TPA Madarijul Ulum Dusun tegalsari Pekon Purwosari Kelumbayan barat, tidak tanggung-tanggung pelaku diduga melakukan tindak pencabulan sebanyak enam murid perempuan yang rata-rata masih di bawah umur.


Hasmal Yadi,S.Fil.I,M.H, angkat bicara Selaku Wakil Rakyat dari Dapil 6 kabupaten Tanggamus merasa Prihatin dan terpanggil untuk melindungi masyarakat umum.


Kepada mediapromoter.id, beliau menyampaikan agar kasus pencabulan yang terjadi di Pekon Purwosari kecamatan Kelumbayan Barat segera di tindak lanjuti oleh Polre Tanggamus.


"Saya mohon kepada Kapolres Tanggamus untuk menjadi kan ini sebagai Atensi, apalagi yg menjadi korban adalah Generasi muda dan Anak-anak yg harus di lindungi oleh Negara dan Hukum di Indonesia,jangan sampai ada korban-korban pencabulan lagi karena adanya krisis Akhlak yang dilakukan oleh oknum yang seharusnya menjadi panutan", ujarnya (Minggu 12/9/2021).


Ditambahkannya, apalagi Orang Tua dari anak- anak korban pencabulan tersebut merupakan konatituen saya di dapil 6 Tanggamus.


Empat dari masing - masing koraban yaitu MD (12), SN (12), NH (18) serta MR menceritakan kronoligi pencabulan dengan modus ancaman apabila tidak mau menginap mereka dilarang untuk mengaji lagi di TPA tersebut.


Sesuai dari laporan Orang Tua salah satu korban pencabulan "SR" santriwati TPA tersebut atas nama Tarsino bin To'id ke Polres Tanggamus, pada tanggal 3/8/20201, Pukul 15.30 wib dengan nomor laporan : STTLP/864/VIII/2021/SPKT/POLRES TANGGAMUS/POLDA LAMPUNG, yang diterima langsung oleh AIPDA. Supiyatna.


Dalam hal menjamin seorang anak agar kehidupannya bisa berjalan dengan normal, maka negara telah memberikan payung hukum yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi anak (korban kejahatan) dikemudian hari tidak menjadi pelaku kejahatan yang sama.


"Dan kepada Bapak Kapolres Tanggamus, agar segera menindak lanjuti Laporan atas di duganya pelecehan sexsual terhadap anak di bawah umur yang di lakukan oleh "RH" oknum Guru ngaji TPA Madarijul ulum, Dusun Tegal sari Pekon Purwosari Kecamatan kelumbayan Barat, karena bagaimanpun bentuknya, anak-anak adalah aset Bangsa yang harus di lindungi oleh Negara sebagai aset Bangasa", tutupnya.


Masih kata Hasmal Yadi, jika pelaku pelecehan sexsual kabur ataupun tidak bisa ditemui agar kiranya dari pihak Polres Tanggamus segera menetapkan DPO kepada pelaku.


(Red/Ndra)

×
Berita Terbaru Update