Notification

×

Indeks Berita

Desa Sidomulyo Gelar Vaksinasi Gabungan dari TNI-POLRI

Sabtu, Oktober 16, 2021 | | views Last Updated 2021-10-19T14:01:35Z



Lampung Selatan, Mediapromoter.id - Pemerintah Desa Sidomulyo kecamatan Sidomulyo memfasilitasi proses Vaksinasi dari TNI-POLRI   Guna mempercepat vaksinasi COVID-19 untuk mengejar target 1000 penduduk lagi yang menerima vaksin guna membentuk kekebalan kelompok dari penularan virus corona baru itu.15/10/2021


Selain melalui TNI-Polri, polsek ,polres Kemenkes membeberkan strategi dengan memperbanyak pos vaksinasi di desa dan bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).


"Strateginya perbanyak pos-pos vaksinasi di desa, yang bertanggung jawab puskesmas. Kita bekerja sama dengan BKKBN untuk vaksinasi pendekatan keluarga," ujar  bapak Ilham dari Kapolres Kalianda Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada tubuh,



Selain untuk akses kedatangannya, tidak ada keluarga yang mengantarkan, bisa juga karena ditakuti oleh keluarganya. Ada pula yang memilih untuk pasrah dengan keadaan.


"Sudah pasti data 'fatality rate' tertinggi di lansia. Contoh  lansianya sudah .50 persen divaksinasi, karena menggerakkan sumber daya yang ada seperti RT/RW, ada peer group (tekanan kelompok) dengan membawa lansia yang sudah disuntik," 


Kemenkes juga melakukan kerja sama dengan lintas kementerian terkait untuk menjangkau daerah yang sulit terjangkau vaksinasi, dengan memperbanyak sumber daya manusia dan menggerakkan orang-orang dengan pendekatan lokal agar mau divaksinasi.


"Kemenko PMK, mereka punya komunitas untuk daerah yang sulit, bisa kita gerakkan. Misalnya Kementerian Sosial, orang datang karena ada bansos (bantuan sosial). Orang mungkin datang jalan kaki untuk bansos, itu pendekatan yang bagus," ujar dia.


Untuk distribusi vaksin, pihaknya mengharapkan pemerintah daerah dapat mengatur untuk kabupaten/kota yang sulit terjangkau dengan akses darat, dengan pengiriman vaksin COVID-19 sebulan sekali


Dengan demikian, jika vaksinasi dosis pertama sudah mencangkup 70 persen di suatu daerah, termasuk lansia sebanyak 60 persen, hal tersebut akan mendorong daerah untuk dapat menurunkan status level PPKM.


(Rd/Lis)