Notification

×

Indeks Berita

Penyegelan Kebun Tebu oleh Ditreskrimum Subdit II Polda Lampung Plang Pelarangan Aktivitas Hilang

Selasa, Oktober 26, 2021 | | views Last Updated 2021-10-27T05:50:25Z

Way Kanan, Mediapromoter.id - Belum genap satu minggu penyegelan Kebun Tebu oleh Ditreskrimum Subdit II Polda Lampung Bertempat di Kampung Negara Mulya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan, Plang Pelarangan Aktivitas Hilang.

Dikabarkan pemasangan plang pelarangan aktifitas (status quo) tersebut, dilaksanakan berdasarkan laporan dugaan tindak pidana Pengrusakan Tanam Tumbuh (406KUHP) milik 22 Petani Kampung Negara Mulya yang di diduga dilakukan oleh salah satu Oknum (D) anggota DPRD Kab. Way Kanan dalam laporan polisi nomor: STTPL/B-580/VIII/2019/POLDA LAMPUNG/SPKT RES WAY KANAN. 

"Telah dilaksanakan pemasangan plang pelarangan aktifitas (status quo) oleh Anggota Ditreskrimum Subdit II Polda Lampung di dampingi Penasehat Hukum dan Petani Negara Mulya," ujar Antoni Heri Kadiv Advokasi YLBH 98, (Selasa, 26/10/21).

Lanjutnya, perlu diketahui awal mula peristiwa dugaan tindak pidana pengrusakan tanam tumbuh tersebut, berawal dari adanya penggusuran tanam tumbuh milik klien kami di tanahnya sendiri yang diduga dilakukan oleh (D) Oknum Anggota DPRD Kab. Waykanan pada hari Kamis 1 Agustus 2019. Kemudian pada tanggal 20 Agustus 2019 Klien kami melaporkan (D) ke Polres Way kanan dalam laporan polisi nomor: STTPL/B-580/VIII/2019/POLDA LAMPUNG/SPKT RES WAY KANAN.

Anggota Polsek Negara Batin Bripka Wara Andany Rambe S.H yang juga sebagai Babinkantibmas kampung Negara Mulya, Saat sedang melakukan pemantauan, Pengecekan lokasi yang disegel oleh Kepolisian supaya tidak ada aktifitas, Bripka Rambe yang didampingi oleh warga kampung negara mulya tidak menjumpai dan menemukan Plang yang dipasang rabu 20 Oktober 2021, melainkan hanya menemukan bekas lubang tancapan tiang yang menjadi penyangga dilokasi penyegelan.

"Selaku Penasehat Hukum, 22 warga negara mulya sangat menyayangkan atas Hilangnya Plang Status Quo, sebab plang dipasang langsung oleh DITKRIMUM SUBDIT II POLDA LAMPUNG demi lancarnya proses penyelidikan/penyidikan atas laporan Perusakan Tanam Tumbuh yang klien kami laporkan agustus 2019 lalu, " ungkap Antoni Heri.

Antoni Heri Kadiv Advokasi YLBH 98, sekaligus Penasehat Hukum 22 Warga tersebut merasa sangat prihatin atas kejadian tersebut, "Kami menduga ada oknum yang tidak patuh dan koperatif dalam proses penyelidikan yang di lakukan Polda Lampung dan seakan terkesan merendahkan marwah Polda lampung dalam menjalankan proses penegakan hukum yang profesional, transparan dan berkeadilan. Akibat dari peristiwa melepas atau menghilangkan plang, meminta untuk pihak kepolisian dapat menindak tegas siapa oknum dibalik hilangnya, apabila ini ada unsur pidananya kami meminta untuk dapat diproses secara hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada karena sudah tidak menghormati proses penegakan hukum, " paparnya.

Masih kata Antoni Heri, Sebagai warga negara Indonesia yang taat terhadap hukum seharusnya kita menghargai dan mendukung Langkah POLDA LAMPUNG untuk melaksanakan tugas penyelidikan/penyidikan. Yang mana kita ketahui Bersama bahwa kasus ini sudah memakan waktu yang cukup lama, seharusnya kita sama-sama membantu pihak kepolisian dalam hal ini supaya perkara ini tidak terus berlarut-larut dan penegakan hukum dapat berjalan dengan baik sebagai mana mestinya sehingga keadilan mampu nyata hadir tegak berdiri ditengah-tengah masyarakat.

"Terkhusus untuk warga yang sedang berperkara supaya sama-sama menjaga suasana kondusif dan untuk tidak terbawa suasana-suasana provokatif, " Tutupnya.


(Rd/Yandi)