Islam dan Pancasila



Artikel, Mediapromoter.id -  Islam dan pancasila berada dalam wacana perdebatan yang cukup menarik untuk dibahas, perdebatan mengenai perubahan ideologi negara menjadi sebuah negara khilafah memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Para ideolog khususnya mereka mencoba mengemukakan sudut pandangnya masing-masing mengenai hubungan antara Islam dengan Pancasila. Tinjauan historis secara menyeluruh membawa kita kepada wawasan yang lebih mendalam mengenai dinamika hubungan agama dan politik di negara ini. Penyusunan konstitusi negara dan hari-hari menjelang Kemerdekaan memperlihatkan bibit bibit konflik yang bukan saja menanam segregasi politik dan sosial dalam masyarakat, tetapi juga mengancam eksistensi negara. Penerimaan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara menggantikan Piagam Jakarta waktu itu hanya dapat dijelaskan sebagai kontrak politik berkat kewibawaan pemimpin Muslim moderat. ( Zuhri Humaidi. Islam dan Pancasila: Pergulatan Islam dan Negara Perio de Kebijakan Asas Tungga. Kontekstualita, Vol. 25, No. 2, 2010.  Hal 291).


Di tengah masyarakat Indonesia yang heterogen tentu pancasila berperan penting sebagai civil religion guna merekonsiliasi partikularitas yang ada. Dan muaranya ialah demi terwujudnya negara  yang sesuai dengan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin, mengajarkan relasi cinta kasih bukan hanya kepada Tuhan namun juga kepada manusia dan alam. Pancasila secara konseptual tentu sangat sesuai dengan agama Islam dikarenakan setiap nilai yang terkandung di dalamnya dirumuskan oleh golongan islam bersama dengan golongan kebangsaan sebagai konsensus bersama dalam sidang BPUPKI, dari sila pertama hingga kelima tidak ada satupun yang bertentangan dengan nilai islam namun jusru memperkuat keislaman yang ada di indonesia dan juga dapat di terima oleh seluruh golongan yang ada di indonesia.


Jika dilihat dari sila pertama yaitu sila ketuhanan yang tentunya didalam Islam mengakui Allah swt sebagai satu-satunya yang patut di sembah, sila kedua kemanusian yang meyakini keberadaan manusia lainnya tentu harus menanamkan rasa cinta kasih dan mengembangkan rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, ketiga persatuan dengan rasa kebangsaan dan spirit nasionlisme indonesia sebagai upaya menjaga ruang hidup yang konkret dan pergaulan hidup dalam realitas kemajemukan, keempat mufakat musyawarah dalam hidup bersama tentu cara mengambil keputusan dengan prinsip saling menghormati manusia sebagai subjek yang berdaulat bukan objek manipulasi, kelima keadailan sosial yang secara jasmaniah manusia membutuhkan papan, sandang, dan pangan dalam kebutuhan materi lainnya secara jasmaniah yang tentunya di pusatkan dengan mencintai sesama manusia secara fair  itulah yang dinamakan keadilan sosial. Semua yang sudah dipaparkan diatas termasuk kedalam prinsip-prinsip dasar Islam.


Itulah mengapa kemudian tidak boleh didirikannya negara khilafah karena Indonesia sudah memiliki pancasila yang ditetapkan atas konsesus bersama dan tidak ada penyimpangan sedikitpun dalam nilai pancasila dengan prinsip Islam.


Penulis : Nyi Ayu Khofifah

(Peserta Diklatmpinas II-UIN Raden Intan Lampung)



NewsLite - Magazine & News Blogger Template

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top