Nenek Yani, Penjual Sayur Keliling yang Tinggal Dirumah Tidak Layak Huni



Lampung Selatan, Mediapromoter.id - Warga Dusun Talang Ulu, Desa Talang Baru, Kec. Sidomulyo, Kab. Lampung Selatan, Yani (63) Sosok Perempuan Lanjut Usia (Lansia) yang harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan (Kehidupan Sehari-hari).


Diketahui Sekitar Tahun 2018 tepatnya kediaman rumah Yani (63) mengalami Musibah Kebakaran, yang mana Api melahap seluruh Bangunan Rumah Berserta Isinya.


Keseharian Yani (63) menjual Sayur yang ia beli Kepada Penjual Sayuran Keliling dan ia jual kembali kepada masyarakat yang berada di Desa Bandar Dalam, jarak tempuh yang di lalui Kurang Lebih 500 meter dari kediamannya menuju lokasi.


Ahmadi selaku Kepala Desa (Kades) Talang Baru mengatakan, membenarkan bila nenek Yani (63) memang warga yang berdomisili di Desa Bandar Dalam.


"Nenek Yani (63) sebelumnya dulu pernah mendapatkan musibah, rumah yang beliau tempati terjadi kebakaran, sekiranya pada tahun di tahun 2018 silam, lalu pemerintah desa beserta masyarakat setempat melakukan gotong-royong membangunnya kembali dengan cara swadaya masyarakat setempat, " ucap Kades Talang Baru saat dihubungi Mediapromoter.id melalui WhatsApp pada, Miinggu (2/1/2022).


Selain itu Kades Talang Baru menjelaskan, bahwa benar nenek Yani (63) hidup di tempat tidak layak huni. Sebelum adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) nenek Yani mendapatkan bantuan dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mendapatkan bantuan berjenis beras , telor, ayam, buah-buahan, dan sayuran. Karena tidak lagi keluar bantuan non tunai yaitu  BPNT maka saya  mendaftarkan ke dana bantuan BLT dari dua tahun ini bantuan yang di dapatkan ibu Yani hanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa. 


"Untuk saat ini belum tersentuhnya bantuan dari pihak Pemerintahan Kabupaten, bukannya dari pihak desa tidak diusulkan atau di usahakan, Pemerintah desa juga sudah pernah mengusulkan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) akan tetapi gagal dikarenakan rumah yang nenek Yani tempati berdiri ditanah bukan miliknya  melainkan nenek Yani numpang mendirikan rumah tersebut pada tanah pihak orang lain, " terangnya.


Lanjutnya, terkait keluarga nenek Yani diketahui 
memang sudah lama tidak ada, entah kemana kami pun belum mengetahui, jadi kami sebagai Pemerintah desa semampu kami apa yang bisa dibantu untuk nenek Yani, kami pihak pemerintahan desa akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk membantu nenek Yani.


Dilokasi Yani (63) menambahkan, bahwa dirinya memang mendapat bantuan yang di katakan oleh kepala desa Ahmadi tersebut bahkan ia pernah menerima bantuan seperti beras dan setelah itu mendapatkan bantuan dana tunai sebesar Rp 600.000 ribu beberapa kali dan Rp300.000.


"Saya pingin di depan rumah saya ini bisa terpasang pendopo asbes  supaya disaat hujan air tidak masuk dirumahnya, " harapnya.


(Rd/Lilis)

Tags
NewsLite - Magazine & News Blogger Template

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top